Aku Cuma Seorang Anak Muda

Pada April 9th, 2009, ia ditulis oleh Al-Irfan

Usah ditanya ke mana aku pergi, sedang kalian sedia tahu jawapannya. Ya, SangPelangi sedang menuju ke tanah abadi, seperti yang terkandung di dalam doa kita sehari-hari. Biar jalanannya sedikit berkabus dan memedihkan mata, melangkah tetap jua kaki ini kuarah.

Berpijak pada tanah yang darahku terpercik dulu, mengundang hairan yang berbondong-bondong. Benarlah kata makrifat tua, memikul sepicing gelaran anak muda bukanlah semudah yang disangka.

Tidak kusanggah kakiku yang terhayun deras, seakan lincah macan yang laparkan rusa. Tapi, sesak tetap bersarang di dada bila aku dilabel seorang insan yang serabut kepala. Setiap butir kata yang aku lontarkan, dikata orang sedang gelojoh menjolok mimpi yang masak ranum di rimbunan langit.

Benarkah? Atau sebenarnya sang masa yang berlari-lari?

Aku cuma seorang anak muda.

Perkataan ‘cuma’ itu harus kubuang jauh-jauh.

Jika punya waktu, silakan menjenguk ke entri saya yang lain, ya.
Klik tajuk di bawah.